Jumat, 30 September 2011

Perkembangan Agama Khatolik di Indonesia

Asal-usul Agama Khatolik

Agama katolik adalah suatu agama yang digunakan untuk menyebut agama Kristen yang berpusat di Vatikan, Roma. Agama ini dikenal dengan nama “Agama Kristen Katolik”, hal ini karena dari histories sangat erat kaitannya dengan agama Kristen di Nazerat (Nasirah) dengan tokohnya adalah Yesus kristus pada tahun ke-4 SM, tetapi sebagian ada yang berpendapat antara tahun 7-5 SM. Istilah katolik berasal dari bahasa Yunani “kathoikos” yang berarti “am” maksudnya agama katolik adalah agama yang bersifat universal, dalam arti untuk semua manusia, sehingga gereja harus menyebarluaskan ajarannya ke seluruh dunia atau juga yang berarti ajarannya terbesar di seluruh dunia.[2] Lebih lanjut lagi dari arti “katolik” dianggap sebagai nama ajaran gereja yang dipandang benar, hal ini diperkuat dengan adanya doktrin kepercayaan katolik sebagimana tercantum dalam kredo (Sumpah Setia) Nicea. Hasil konsili tahun 325 M, dan konsili konstantinopel tahun 381 M, yang menyatakan bahwa “aku percaya gereja yang suci, am, dan rasuli”. Bisa juga berarti nama dari ajaran Gereja yang benar atau kepercayaan ortodoks sebagai lawan ajaran-ajaran bid’ah. Bila dikaitkan; gereja bisa berarti  “am” maksudnya : perkembangan gereja itu merupakan pertanda kebenaran ajaran para rasul selain bahwa fereja bersifat universal.[3]
            Tidak diketahui dengan pasti kapan dan siapa yang membawa agama Kristen masuk untuk kali pertama ke Roma, karena sejumlah pendapat dapat dianggang sebagai kemungkinan-kemungkinan. Pertama, adanya seorang warga Roma yang bernama Korneilus bersama keluarganya telah Dibaptis oleh Petrus untuk masuk agama Kristen, yang kemudian menyebarluaskan ajaran ini setelah ia kembali ke Roma. Kedua, Petrus sendirilah yang menyebarkan di Roma. Ketiga, adanya hubungan dagang yang baik antar Roma dan Palestina.  Keempat,. adanya golongan Kristen yang terdiri dari orang Yahudi-Roma, hadir pada Pantekosta di Yarussalem. Keenam, agama Kristen dibawa oleh Paulus ke Roma, karena Pauluslah orang yang dianggap sangat gigih untuk keluar batas “keYahudian” meskipun ia tidak termasuk salah satu dari murid Yesus.[4] Dan yang terahir inilah yang banyak disepakati.
            Di tangan Paus Pauluslah agama Kristen menyebar menjelajahi wilayah Mediterania Timur hingga mencapai Roma sehingga berhasil membentuk komunitas kecil atau gereja-gereja.[5] Di Roma agama Kristen berkembang pesat, bahkan pada tahun 380 M, menjadi agama kekaisaran Roma.[6] Akan tetapi ketika bangsa Hun di bawah pimpinan Attila abad ke-5 mengobrak-abrik Roma ibukota Imperium Roma, resmi ibu kota Roma pindah ke Konstantinopel. Kondisi ini berpengaruh kepada adanya persaingan antar Paus di Roma dan di Konstantinopel dalam masalah kedudukan secara politik. Dan dari sinilah kemudian pada tahun 1054 M, agama Kristen terjadi pemisahan menjadi Gereja Roma katolik di Barat dan Gereja Grik Ortodoks di Konstantinopel.  Lebih jauh lagi pada abad ke-16 terjadi protes atas otoritas Paus di Vatikan yang melahirkan Kristen Protestan. Oleh karena itu, dalam agama Kristen terdapat perbedaan-perbedaan ajaran di antara tiga gerakan tersebut.

Sejarah Perkembangannya di Indonesia 
    Ada dugaan bahwa agama Kristen sudah sampai ke Indonesia lebih seribu tahun lalu. Tetapi data sejarah yang ada mengungkapkan bahwa agama Kristen masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya bangsa barat pada Abad XVI. Kemudia orang Indonesia mulai masuk Kristen kali pertama di Maluku, oleh pekerjaan imam Gereja Roma Katolikyang datang bersama pedagang Portugis. Pada masa itu terjadi persaingan antar kekuatan politik,dengan bangsa belanda yang notabennya Kristen Protestan. Persaingan itu akhirnya dimenagkan oleh Belanda dengan perusahaan dagang VOC. Pihak portugis terusir meninggalkan jemaat-jemaat Roma Katolik yang kemudian besarnya diprotestankan.[9] Setelah peristiwa ini, kemudian Gereja Protestanlah yang lebih pesat perkembangannya di Indonesia.
            Pada abad XVIII VOC bangkrut dan membubarkan diri yang diakibatkan karena korupsi pegawainya. Kemudian pemerintah kolonial menangani secara langsung kehidupan umat Kristen dengan membentuk suatu gereja Protestan pemerintah-Inische Kerrk- tepatnya pada tahun 1835. Dari  Inische Kerrk inilah lahir Gereja-gereja Etnis yang besar di Indonesia bagian Timur, yaitu Gereja Masehi Injili Minahasa, gereja Protestan Maluku, dan Gereja Masehi Injili di Timor. Jemaat-jemaat lainya tergabung dalam satu sinode tersendiri, yaitu Gereja protestan di Indonesia bagian Barat.
            Meskipun demikian, ternyata perlahan tapi pasti gereja katolikpun masih ikut berkembang dan masih eksis sampai sekarang. Hal ini dibuktikan dengan jumlah gereja katolik yangterdapat di 33 (34) wilayah di Indonesia. Dengan lebih kurang lima juta anggota Gereja[]. [10]

EVALUASI KRITIS
            Agama katolik merupakan salah satu gerakan yang terdapat dalam agama Kristen atau Nasrani yang dibawa oleh Yesus, dan disebar luaskan oleh Paulus. Ia adalah seorang yahudi yang dahulunya pernah menganiaya orang Kristen, namun ia sadar dan merasa dimarahi yesus. Kemudian untuk membalas dosa-dosanya ia berusah menyebarkan agama Kristen keluar Nazaret.
Nama katolik sendiri dipergunakan untuk menyebut agama Kristen yang berpusat di Vatikan, Roma. Ketika dikaitkan dengan pembawa pertamanya, seolah-olah ajaran Katolik sudah terputus, karena Paulus tidak bertemu langsung dengan Yesus. Meskipun demikian, menurut kepercayaan mereka Paulus dalam membuat rumusan ajaran Kristen baik dalam teologi ataupun etika mendapat bimbingan langsung dari Allah dan Paulus adalah orang suci yang tidak mungkin salah.
Agama katolik mempunyai kepercayaan Monoteis yang konsepnya berbeda dengan agama monoteis lainnya. Yaitu konsep Trinitas, Tuhan memang Esa tetapi dia bisa menjadi Esa jika “Dia Bertiga”, dan tidak ada Tuhan yang Esa, kecuali di dalam dan melalui Trinitas. Tentu saja, Yudaisme dan Islam mengemukakan keberatan-keberatan terhadap doktrin Kristen. Namun, setidaknya kita sebagai umat yang masih mengakui adanya Tuhan tidak sepantasnya saling mengklaim yang paling benar. Karena kebenaran itu sifatnya relative dan kebenaran hanya hakiki hanya milik ilah semata. Serta pada dasarnya kita semua mengarah pada satu dzat yang Mutlak. Kemudian yang terpenting bagi warga Indonesia, dalam hal meyikapi keberagamaan adalah bagaimana kita dapat hidup berdampingan secara damai, rukun dan saling toleransi antar umat beragama tanpa adanya konflik apapun. Meskipun kita sebagai umat Muslim jika dilihat baik ajaran teologi maupun Historisnya yaitu masuk lewat ekspansi yang dilakukan oleh para penjajahan Barat, tetapi mengenai ajaran tentang kemanusiaan memiliki nilai-nilai filosofis yang sama.
Ajaran-ajaran yang diajarkan

Pada dasarnya Yesus belum komprehensip meninggalkan ajaran-ajaran agama Kristen termasuk di dalamnya juga masalah teologi. Itulah sebabnya pembahasan tentang teologi dalam agama Kristen terjadi perbedaan pendapat. Namun berdasarkan konsili-konsili ditetapkan bahwa teologi Kristen katolik adalah sebagaimana tercantum dalam Kredo Iman Rasuli, yaitu Tritunggal yang terdiri dari  Allah Bapa, Allah Anak, dan Tuhan Roh Kudus.[7] Hal ini merupakan monoteisme dalam agama Kristen. Yang ketiga oknum tersebut terdiri dari satu Zat (Tuhan). Sedangkan ajaran tentang Syariatnya dan etika identik dengan ajran agama Yahudi yang tertuang dalam Taurat (Perjanjian Lama dalam agama Kristen).
            Di samping ajaran teologi yang harus dijadikan dasar (iman Kristen) ada juga amal wajib yang harus dilakukan yang disebut Sakramen, yaitu suatu perbuatan dan perkataan sebagai rahmat serta keselamatan, yang pada prinsipnya dikerjakan oleh roh kudus dengan perantara seorang iman (Uskup atau Pastur), amal tersebut meliputi tujuh rangkaian, yaitu;
1)      Pembaptisan yaitu sakramen pensucian.
2)      Pengukuhan yaitu pengukuhan kembali atas pembaptisan pada masa kanak-kanak.
3)      Jamuan suci, yaitu sakramen pemecahan roti suci dan pembagian anggur yang sudah distabilkan.
4)      Pengakuan yaitu sakramen taubat.
5)      Sakarat, yaitu sakramen yang dilakukan padan saat menghadapi sakarat.
6)      Pentasbihan Sakramen atas penobatan iman.
7)      Sakramen pada waktu perkawinan berlangsung.
Kemudian ajaran dasar yang lain adalah ajaran tentang paham “Kuasa Mengajar Gereja” yaitu hak otoritas menafsirkan Alkitab oleh gereja yang dilakukan oleh mahkamah agung, Gereja yang utama adalah gereja yang ada di Vatikan sebagai sentra agama Kristen Katolik. Kemudian paham tentang kuasa mengajar ini menimbulkan paham bahwa Paus tidak sesat (infiibitasi).  Ajaran tentang infiibitasi Paus, menyatakan bahwa jika Paus secara resmi berbicara mengenai masalah iman dan moral, Tuhan melindunginya dari kemungkinan keliru.[8]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar